7.06.2014

7 Keajaiban Geologi yang Menakjubkan di China

Alam selalu menghadirkan keindahan yang menakjubkan dan tak terduga. Tanah yang umumnya berwarna cokelat dan air yang seharusnya jernih tak berwarna, bisa menjadi hijau, kuning, ungu, bahkan merah. Semua itu merupakan keajaiban fenomena geologi yang terjadi karena kuasa alam. Fenomena-fenomena geologi tersebut membuat manusia takjub karena tak biasa ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Tak seorangpun yang tahu, kalau keajaiban-keajaiban tersebut banyak terdapat di China. Bahkan beberapa di antaranya telah dinobatkan sebagai Daftar Situs Warisan Dunia oleh UNESCO. Sebut saja diantaranya yaitu Hutan Batu di Shilin, Pantai Merah di Panjin, gunung pelangi Zhangye Danxia hingga Gua Tujuh Bintang di Guilin. Berikut ini ada tujuh keajaiban geologi yang bisa ditemukan di China. Mari kita simak bersama-sama!

1. Hutan Batu Shilin
7 Keajaiban Geologi yang Menakjubkan di China
By Brücke-Osteuropa (Karya sendiri) [Public domain], via Wikimedia Commons
Hutan Batu Shilin adalah serangkaian formasi batu kapur menakjubkan yang terletak di Shilin Yi, Provinsi Yunnan, China. Hutan batu itu merupakan bagian dari wilayah Karst China Selatan yang membentang di atas daratan seluas setengah juta kilometer persegi. Jika biasanya hutan dipenuhi dengan pepohonan, maka hutan ini dipenuhi batu-batu kapur yang menjulang tinggi dengan bentuk unik. Batuan menjulang tampak seperti stalagmit yang diselingi oleh pepohonan sehingga memberikan kesan seperti pohon tua yang membatu dan menciptakan ilusi hutan yang terbuat dari batu. Beberapa formasi batu yang ada di sana bahkan bisa mencapai tinggi 30 meter. Hutan ini merupakan fenomena geologi spektakuler yang tak bisa ditemukan tempat lain di dunia. 

Formasi batuan ini tercipta dari proses geologi yang terjadi selama 270 juta tahun. Dipercaya, hutan bebatuan ini dibuat oleh dewa, ada juga legenda lain yang menceritakan mengenai Shilin. Konon, hutan batu ini adalah tempat kelahiran seorang gadis dari suku Yi yang bernama Ashima. Setiap tahunnya, suku Yi merayakan Festival Obor. Pada tanggal 24 di bulan Juni, mereka mengadakan festival yang sudah berlangsung selama beratus tahun. Dalam acara ini, para wanita menari tarian tradisional dan pria mengadakan kompetisi gulat. Dengan luas 350 kilometer persegi, Shilin terbagi menjadi 7 bagian, antara lain Hutan Greater & Lesser, Hutan Naigum, Gua Zhiyun, Danau Chang, air terjun Dadie dan lainnya. UNESCO telah menetapkan Hutan Naigu dan Desa Suogeyi sebagai situs sejarah pada tahun 2007 lalu. 

2. Pantai Merah Panjin
盘锦红海滩
By 吴张帆 (Karya sendiri) [CC-BY-SA-3.0], via Wikimedia Commons
Tempat dengan julukan pantai merah ini berlokasi di delta Sungai Liaohe, 30 kilometer dari kota Panjin, China. Pantai ini mendapatkan namanya karena area pantainya yang diselimuti warna merah menyala. Warna merah menyala tersebut dikarenakan tanaman Suaeda salsa, sejenis rumput laut yang tumbuh subur di tanah dengan kadar garam alkali tinggi. Rumput-rumput ini tumbuh dari bulan April sampai Mei. Di musim panas, rumput laut ini berwarna hijau seperti biasa. Namun, saat musim gugur berubah menjadi merah, dan membuat Pantai Merah seperti diselimuti karpet merah raksasa. Pemandangan itulah yang diburu oleh para wisatawan, karena saat musim gugur pantai ini tampak seperti hamparan permadani raksasa berwarna merah yang mengagumkan. 

Saat seperti ini biasanya banyak turis yang berkunjung. Akan tetapi karena sebagian besar wilayah Pantai Merah merupakan kawasan cagar alam, jadi hanya sebagian kecil saja yang terbuka untuk umum. Uniknya, pantai ini juga menjadi habitat bagi burung bangau merah. Jadi pengunjung bisa menyaksikan kawanan burung bangau merah yang sedang mencari makan sembari menikmati keindahan alam yang berwarna merah. Selain itu, pantai ini juga merupakan rawa alang-alang terluas di Asia. Alang-alang tersebut dieksploitasi dan digunakan untuk bahan baku dalam industri manufaktur kertas.

3. Dataran Zhangye Danxia
7 Keajaiban Geologi yang Menakjubkan di China
Dataran Zhangye Danxia
Dataran Danxia atau Danxia dìmào, adalah berbagai lanskap yang ditemukan di tenggara, barat daya dan barat laut China yang "terdiri dari formasi unik warna tanah merah yang ditandai dengan tebing curam". Di dataran Danxia terdapat gunung pelangi seluas 300 kilometer persegi ini merupakan bagian dari Zhangye Danxia Landform Geological Park yang terletak di provinsi Gansu, China. Bukit dan lembahnya terdiri dari lapisan warna merah, biru, hijau zamrud, coklat, dan kuning. Ini adalah jenis yang unik dari petrografi dan geomorfologi yang ditemukan di Cina. Dataran Danxia terbentuk dari batu pasir berwarna merah dan mineral tanah yang terbentuk sejak Periode Kapur, yaitu sejak 24 juta tahun lalu. 

Formasi batuan tersebut kemudian mengalami pergeseran lempeng tektonik yang juga membentuk pegunungan Himalaya. Hujan dan angin yang menerpa daerah itu selama jutaan tahun juga ikut andil dalam membentuk ceruk, lembah, dan pola warna Zhangye Danxia. Konon gunung ini akan menampilkan pola warna yang berbeda-beda, tergantung kondisi cuaca. Bentang alam terlihat sangat banyak seperti landskap topografi yang terbentuk di daerah bawah tanah oleh kapur, tetapi karena batu-batu yang membentuk Danxia adalah batu pasir dan mineral tanah, mereka telah disebut "pseudo-karst" bentang alam. Selain gunungnya yang berwarna-warni, Zhangye Danxia juga memiliki gua-gua yang tersembunyi di balik perbukitan. Karena keunikan kondisi alamnya tersebut, World Heritage Committee UNESCO memasukkan gunung ini dalam daftar Situs Warisan Dunia pada tahun 2010. 

4. Kolam Multi Warna di Huanglong
黃龍-五彩池
By Leungcwd (Karya sendiri) [CC-BY-SA-3.0], via Wikimedia Commons
Huanglong adalah sebuah kolam berundak yang benar-benar membuat wisatawan kagum. Huanglong terletak di bagian barat laut Provinsi Sichuan, China. Daerah ini sangat indah, bertahtakan kolam renang alami warna-warni dengan ekosistem hutan yang beragam serta air terjun dan air panas. Di sini pun wisatawan dapat bertemu dengan hewan langka, seperti panda raksasa dan monyet pesek Sichuan. Pemandangan utama di Huanglong terfokus pada Lembah Huanglong dengan panjang 3,6 kilometer. Polanya yang berlapis-lapis membuat tempat wisata ini terlihat bagaikan sisik naga. 

Beberapa kolam berwarna-warni dengan ukuran berbeda dan dasar berupa batu kapur berwarna emas menjadikan airnya terlihat berkilau di bawah sinar matahari. Keunikan daerah ini bukan hanya karena kolamnya yang berundak, namun juga karena warna-warni kolam akibat peristiwa geologis. Ganggang dan bakteri berkembang biak di dalam kolam sehingga memberikan warna yang indah, seperti kuning, hijau, hingga biru. Berkat keindahan Huanglong, sehingga dinobatkan sebagai Situs Warisan Dunia oleh UNESCO pada 1992. Huanglong nyatanya sudah dikenal sejak zaman Dinasti Ming. Tempat ini menjadi salah satu situs penting bagi budaya dan cerita rakyat yang berkembang di masyarakat setempat.

5. Gunung Pasir Bergema, Dunhuang
Sand dunes (1)
By Beefy SAFC at en.wikipedia [Public domain], from Wikimedia Commons
Dunhuang adalah sebuah kota tingkat kabupaten di provinsi Gansu barat laut, barat China. Apakah kamu pernah mendengar tentang pasir yang berbisik? Ternyata fenomena alam seperti itu benar-benar ada. Anda bisa menemuinya di dekat Dunhuang, Provinsi Gansu, China. Di sana ada sebuah daratan pasir yang unik. Menurut Travel China Guide, jika dilihat dari jauh, gunung tersebut tampak seperti naga emas yang meliuk. Saat didekati barulah terlihat kalau pasir di sana memiliki banyak warna mulai dari merah, kuning, hijau, hitam hingga putih. Lebih uniknya lagi, ketika angin bertiup dari gurun pasir itu akan terdengar suara aneh. Bila angin kencang akan terdengar suara keras seperti auman hewan. 

Tetapi ketika angin bertiup sepoi-sepoi, hamparan pasir di sana akan menghasilkan suara yang lembut dan merdu mirip dengan musik. Hal yang sama ketika Anda meluncur ke bawah gunung. Pada awalnya, pasir di bawah kaki Anda hanya berbisik, tetapi semakin jauh Anda meluncur, semakin keras pula bunyi yang dihasilkan hingga suaranya terdengar seperti guntur atau irama gendang. Jadi oleh karena keunikannya itulah ada yang menyebut gurun itu sebagai pasir bernyanyi atau pasir bergema. Selain itu, di tengah-tengah gurun tersebut terdapat pula sebuah oase cantik berupa sebidang tanah kecil berwarna hijau dan danau berbentuk bulan sabit yang diberi nama Yueyaquan.

6. Tanah Merah Dongchuan
Red earth
By Fanghong (Karya sendiri) [CC-BY-SA-3.0], via Wikimedia Commons
Dongchuan adalah sebuah distrik di yurisdiksi Kunming, Yunnan, Cina. Dongchuan berbatasan dengan provinsi Sichuan. Disini terdapat hamparan Tanah Merah menakjubkan yang terletak di Kota Xintian, 40 kilometer dari Kunming. Terbentang ratusan meter persegi tanah merah yang sangat unik. Dongchuan disebut sebagai tanah tembaga sejak berabad-abad lalu. Pemandangan di tempat itu tampak seperti lukisan sureal, dengan tanah berwarna merah yang diselingi terasering berwarna hijau dan kuning. Selain tanah merah di Rio de Janeiro, tanah merah spektakuler Dongchuan merupakan tanah merah yang paling megah di dunia. 

Jika dibandingkan dengan tanah merah di Brasil, pemandangan di sini bahkan lebih indah. Dibandingkan dengan tanah merah di Brasil, pemandangan di sini bahkan lebih indah. Menurut China Tour Guide, karena iklim yang lembab dan cacing, unsur-unsur besi dalam tanah sehingga oksidasi, dan kemudian warna mencolok terbentuk setelah berabad-abad. Dongchuan juga telah disebut "modal tembaga alami" sejak zaman kuno. Lahan merah mencolok, diselingi perkebunan sayuran yang hijau, sehingga menciptakan bentuk yang unik seperti lukisan berwarna-warni. Tempat ini merupakan lokasi favorit para fotografer untuk mengambil gambar.

7. Gua Tujuh Bintang Guilin
Seven stars cave
By Liu Huijuan Luckyliu168 (Karya sendiri) [CC-BY-SA-3.0], via Wikimedia Commons
Gua Tujuh Bintang adalah kompleks gua batu kapur yang luas di Taman Tujuh Bintang, keduanya merupakan tempat wisata populer di kota Guilin di Provinsi Guangxi di Cina. Taman Tujuh Bintang seluas 120 hektar dianggap sebagai taman kota tercantik di China. Taman dan nama gua berasal dari fakta dari puncak karst batu kapur utama yang menyerupai pola bintang dari rasi bintang Biduk. Empat puncak di utara disebut Putuo Hill dan tiga di sebelah selatan disebut Imlek Hill. Eksplorasi awal dari Gua Tujuh Bintang sejak Dinasti Tang, yaitu pada 1.300 tahun yang lalu. Pemandangan utama yaitu Jembatan Bunga, Gunung Putuo, Gua Tujuh Bintang, Camel Hill, Gunung Bulan Sabit, Hutan Bintang Guihai dan Light Cina Square. 

Jembatan Bunga, dibangun pada Dinasti Song ( 960-1279 ), adalah jembatan tertua di Guilin. Sebuah fitur penting dari Bukit Crescent adalah ukiran kaligrafi 200 di gua-gua di dalamnya. Ini dikatakan karya kaligrafi penting dan berbakat dari Tang ( 618-907 M ), Ming ( 1368-1644 SM ) dan Dinasti Qing ( 1644-1911 SM ). Di taman, ada pandangan Karst, termasuk gua-gua dan batu. Pada 1.000 tahun yang lalu, lokasi ini sudah menjadi tempat yang menarik bagi masyarakat setempat.

No comments:

Post a Comment