7.23.2014

7 Pohon Paling Unik di Dunia

Begitu banyak manfaat pohon yang ada diseluruh dunia ini, dan itu semua sudah terbukti bahwa hasil dari manfaat pohon sudah dapat kita rasakan manfaatnya hingga sekarang ini. Menurut beberapa mitologi pohon merupakan lambang dari kehidupan. Tanaman ini merupakan hasil evolusi tumbuhan besar yang hidup jutaan tahun lalu. Pohon memiliki banyak kegunaan, selain daunnya dapat menyerap karbon dioksida dan menghasilkan oksigen, akarnya juga dapat menyerap air dari dalam tanah, menyediakan cadangan air bagi kebutuhan manusia. 

Beberapa jenis pohon juga memiliki getah yang bisa dimanfaatkan, baik untuk bahan baku pembuatan karet, pelumas, cat, atau bahkan dijadikan sirup seperti pohon maple. Meski di dunia ini jumlah pohon ada puluhan juta atau mungkin bahkan mencapai miliaran, ternyata terselip beberapa pohon yang sangat populer. Pohon memiliki bentuk yang bermacam-macam, ada yang biasa saja tetapi ada beberapa bentuk pohon yang lebih luar biasa dan menakjubkan ditemukan di dunia, bahkan terbilang pohon teraneh di dunia. Berikut ini ada tujuh pohon terunik yang ada di berbagai penjuru dunia.

1. Pohon Boojum
7 Pohon Paling Unik di Dunia
By Dave Pape (Karya sendiri) [Public domain], via Wikimedia Commons
Pohon teraneh didunia ini namanya pohon Boojum yang terletak di Baha, California, merupakan tumbuhan yang menyerupai kaktus. Batang pohonnya yang tipis dapat tumbuh dalam bentuk berliku-liku karena kayu bagian dalamnya sangat lembut. Pohon ini dapat tumbuh sampai dengan tinggi 20 meter. Karena habitatnya yang di padang pasir, daun tanaman ini kecil agar mencegah pohon kehilangan banyak air.

Ketika pohon ini berbungan mereka akan menghasilkan bunga berbentuk awan yang mekar di bagian paling atas batang pohon ini. Nama pohon Boojum sendiri berasal dari puisi ‘The Hunting of the Snark’ yang ditulis oleh Lewis Carroll, untuk menggambarkan sebuah pohon yang tampak tidak biasa.

2. Eucalyptus Pelangi
7 Pohon Paling Unik di Dunia
Eucalyptus Pelangi, 7 Pohon Paling Unik di Dunia
Eucalyptus deglupta adalah pohon yang dapat tumbuh tinggi, umumnya dikenal sebagai eucalyptus pelangi, gum Mindanao, atau permen karet pelangi. Ini adalah satu-satunya spesies Eucalyptus ditemukan dengan mudah di belahan bumi utara. Distribusi alaminya meliputi New Britain, New Guinea, Seram, Sulawesi dan Mindanao. Kulit multi-warna yang unik adalah fitur yang paling khas dari pohon. Patch dari kulit luar adalah gudang setiap tahunnya pada waktu yang berbeda, menunjukkan kulit bagian hijau terang. Hal ini kemudian gelap dan matang untuk memberikan nada biru, ungu, oranye dan kemudian merah marun. Saat ini pohon pelangi ditanam secara luas di seluruh dunia, terutama untuk kayu pulp yang digunakan dalam pembuatan kertas. Ini adalah spesies yang dominan digunakan untuk perkebunan kayu pulp di Filipina.

3. Pohon Darah Naga
Dragons blood trees
By Jon Sullivan [Public domain], via Wikimedia Commons
Dracaena cinnabari atau yang lazim kita sebut Pohon Darah Naga (Dracaena cinnabari) adalah tanaman suji yang berasal dari kepulauan Socotra. Tumbuhan ini juga dikenal sebagai Suji Socotra dan Dragon Blood Tree. Flora ini dijuluki demikian karena getah merah yang diproduksi oleh tumbuhan ini. Ini merupakan jenis pohon yang sangat langka yang berasal dari kepulauan Socotra, pulau kecil dari empat pulau di tengah Samudera Hindia. Pohon ini juga dikenal sebagai "Galapagos di Samudera Hindia," adalah kumpulan pulau yang merupakan tempat tinggal dari sejumlah spesies menarik. Pohon Darah Naga dapat ditemukan di daerah kepulauan Socotra dan sekitarnya, termasuk daratan Yaman. 

Pohon Darah Naga ini mengandung Resin Merah yang disebut Darah Naga, yang telah digunakan untuk berbagai tujuan sepanjang sejarah. Namun, penduduk Socotra masih menggunakannya sebagai obat mujarab. Pohon ini memiliki bentuk yang aneh seperti payung dengan tujuan membantunya bertahan hidup dalam kondisi kering dan daerah dengan tanah yang berbatu. Bayangan yang timbul dari bentuk payungnya itu membantu bibit 'Pohon Darah Naga' bisa bertahan hidup di lingkungan yang keras.

4. Jaboticaba
Myrciaria cauliflora2
By Altevir Vechia at pt.wikipedia [Public domain], from Wikimedia Commons
Jaboticaba, Myrciaria cauliflora, adalah pohon buah yang dapat dijumpai di Brazil. Buah dari pohon ini tumbuh di seluruh batang pohonnya, dan bukan hanya di cabang-cabangnya saja, sehingga terlihat pohon ini seperti mengeluarkan tetesan minyak. Buah hitam kecilnya hampir mirip dibandingkan dengan buah anggur baik jika dimakan utuh atau dihancurkan untuk dibuat jus. Pohon ini akan mekar dan berbuah beberapa kali dalam setahun jika kondisi cuaca sedang baik.

5. Pohon Kauri
Waiau Kauri trunks
By Pseudopanax di Wikipedia bahasa Inggris (Karya sendiri) [Public domain], via Wikimedia Commons
Pohon Kauri yang terletak di bagian utara Selandia Baru salah satu pohon terbesar (berdasarkan volume kayunya) di dunia. Pohon-pohon bisa mencapai tinggi 50 meter dengan diameter 15 meter. Karena kekuatan kayunya dan jumlah kayu yang dapat diambil dari sebantang pohon tunggal, Kauri ditebang secara besar-besaran di abad 19. Kepadatan kayunya bahkan memungkinkan kayu ini untuk bertahan dengan baik setelah dikuburkan dan masih bisa digunakan setelah terkubur selama lebih dari 50.000 tahun.

6. Tree of Life, Bahrain
TreeofLife
By Merwyn M. Chee (Transferred from en.wikipedia to Commons.) [Public domain], via Wikimedia Commons
Tree of Life (Syajarat-al-Hayat) di Bahrain adalah pohon tua yang berusia sekitar 400 tahun, dengan tinggi mencapai 9,75 meter yang terletak 2 kilometer dari Jebel Dukhan. Konon, telah tumbuh di sekitar lokasi dengan usia 500 tahun. Ini merupakan pohon dan semak-semak dari genus Prosopis yang dapat menyesuaikan hidup dengan lingkungan yang kering dan memiliki akar terdalam. Pohon ini merupakan keajaiban. Tumbuh di tengah padang pasir yang kering kerontang, tak ada pohon lain yang menemani. 

Pohon kehidupan adalah satu-satunya pohon yang ada di padang pasir yang terpencil, nyaris terisolir dari mana pun. Uniknya, pohon yang berusia (diperkirakan 400 tahun) tetap tumbuh subur dengan daunnya yang hijau, padahal di sana tak ada satupun sumber air. Lantas dari manakah air kehidupan didapat oleh pohon itu? Karena siapa pun tahu air adalah sumber kehidupan semua makhluk hidup, baik itu manusia, hewan maupun tumbuh-tumbuhan. Jadi jawaban satu satunya yang masuk akal adalah di bawah pohon berusia ratusan tahun itu terdapat sumber air. Kalau demikian kenapa tidak ada pohon-pohon lainnya? Ini suatu misteri yang belum terpecahkan.

7. Methuselah Tree
Methuselah
By Bradluke22 at en.wikipedia [Public domain], from Wikimedia Commons
Metusalah adalah pohon dengan usianya 4.845 tahun, pohon cemara Great Basin (Pinus longaeva) pohon yang tumbuh tinggi di White Mountains dari Inyo County hingga California timur. Awalnya, ini dianggap sebagai pohon tertua non kloning yang dikenal pernah hidup di bumi, sampai digantikan oleh penemuan teranyar pada tahun 2013 dari pinus bristlecone lain di wilayah yang sama dengan usia 5.064 tahun (perkecambahan di 3.051 SM). Akhirnya pohon ini dinamai Metusalah, oleh seorang tokoh Alkitab yang dikabarkan usianya telah 969 tahun dan melampaui semua orang lain di dalam Alkitab. Pohon itu tumbuh di suatu tempat antara 2.900 dan 3.000 meter di atas permukaan laut di "Methuselah Grove" di Ancient Bristlecone Pine Forest dalam Inyo National Forest. Lokasi tepat tumbuhnya pohon Metusalah masih dirahasiakan untuk melindunginya dari perusakan.

No comments:

Post a Comment