10.05.2014

Aneka Macam Manfaat Kulit Manggis bagi Kesehatan Tubuh

Pohon yang memiliki daging buah berwarna putih dengan tekstur sedikit berserat dan berasa sangat manis juga menyegarkan ini merupakan jenis pohon tropis yang tumbuh pada suhu hangat dan stabil, paparan suhu di bawah 0 °C untuk jangka waktu yang lama. Manggis atau yang disebut juga sebagai Garcinia mangostana L. adalah sejenis pohon hijau abadi dari daerah tropika yang diyakini berasal dari Kepulauan Nusantara. Dan tanaman ini dipercaya berasal dari Sumatera. Ia tumbuh di hutan hujan sempurna, dan butuh waktu 10 tahun untuk berbuah. Pohon manggis biasanya akan tumbuh hingga mencapai 7 sampai 25 meter.
Picture 201
Buah Manggis
Manggis muda yang kulitnya berwarna hijau juga dijual dengan rasa lebih kecut namun ada pula yang manis. Pada saat buah belum matang, sifat kimia dari permukaan bawah kulit manggis terdiri dari berbagai polifenol, termasuk xanthones dan tanin yang menjamin astringent dapat menghambat perhatian serangga, jamur, virus tanaman, bakteri dan pemangsa hewan. Perubahan warna dan pelunakan kulit menjadi proses alami yang menunjukkan pematangan buah dapat dimakan dan benih telah selesai berkembang.

Mangosteen atau yang kita sebut manggis ini masih berkerabat dengan kokam, asam kandis dan asam gelugur, yakni rempah bumbu dapur dari tradisi boga India dan Sumatera. Buahnya juga disebut manggis, warnanya akan berwarna merah keunguan apabila telah matang, meskipun ada pula varian yang kulitnya berwarna merah. Buah manggis dalam perdagangan dikenal sebagai "ratu buah". Buah ini mempunyai kandungan aktivitas antiinflamasi dan antioksidan. Sehingga di luar negeri buah manggis dikenal sebagai buah yang memiliki kadar antioksidan tertinggi di dunia.

Dalam beberapa dekade belakangan ini, banyak peneliti yang menyorot tanaman tersebut. Bukan untuk dimanfaatkan sebagai bahan dasar pembuatan kayu lapis, melainkan untuk diketahui khasiat kulit buahnya. Berbada dengan buah-buahan lain, manfaat terbesar buah manggis tak terletak pada daging buahnya, tapi pada kulitnya. Kulit manggis mengandung resin, serat kasar, dan tanin. Selain itu, kulit manggis juga mengandung xanthone. Di dalam kulit buah yang disebut paricap itulah terdapat xanthone, antioksidan tingkat tinggi. Nilainya mencapai 17.000-20.000 orac per 100 ons kulit, lebih besar dari wortel dan jeruk yang hanya 300 dan 2.400.

Apa itu anti-oksidan? Antioksidan merupakan senyawa yang dapat menangkal dampak negatif radikal bebas. Radikal bebas merupakan molekul yang tak stabil karena kehilangan elektron. Untuk stabil, ia akan mengambil elektron dari sel lain dalam tubuh manusia. Dan proses pengambilan itu mengakibatkan kerusakan pada sel sehingga memicu munculnya penyakit generatif seperti kanker, diabetes, jantung koroner, dan lain-lain.

Xanthone terbentuk sejak buah berumur 1 bulan setelah bunga mekar. Saat itu kadar xanthone 14,67 mg/gram dan akan terus meningkat sesuai dengan umur buah. Umur 4 bulan kadarnya 15,68 dan menjadi 34,36 jika buah disimpan hingga 4 minggu setelah dipetik. Kini, berkembang berbagai produk olahannya seperti jus dan food suplement. Tahun 2006, di Amerika Serikat produk olahan manggis masuk ke dalam 22 produk dengan penjualan tertinggi. Di Jepang dikembangkan produk estrak campuran xanthone untuk kometerapi kanker.

Sebagai antibakteri dan antijamur xanthone diteliti oleh Suksamran, sebagai antivirus oleh Chen, Vlientinck, dan Ignatushchenko, sebagai anti-inflamasi oleh Nakatani, sebagai antileukimia oleh Matsumo, sebagai antikanker oleh Jamil serta Ersam, dan sebagai obat secara umum oleh Martin, Kanchanapoom, Nakasone, dan Paul. Kasna Iswari dari BPTP Sumatera Barat meneliti cara mengolahnya.

Dan perguruan tinggi ternama yang terlibat dalam bidang ini sangat banyak. Xanthone sebagai anti-inflamasi diteliti oleh Fakultas Farmasi Tohoku, Jepan, 2002, sebagai antiaterosklerosis oleh Jurusan Farmasi Andalas, Padang, sebagai pencegahan diabetes oleh Fakultas Kedokteran Universitas California, Amerika Serikat, dan sebagai antikanker oleh Mahindon University, Thailand, 2004.  Institute Internasional Bioteknologi Gifu, Jepang, dan The National Research Institute of Chinese Medicine, Taiwan, pun tak mau ketinggalan.

Jadi, saat Anda makan buah manggis, kulitnya jangan langsung dibuang ya. Karena ternyata di dalam kulit manggis tersebut terdapat khasiat yang besar bagi kesehatan tubuh. Kulit buah manggis bisa dengan mudah dimanfaatkan. Anda bisa mengolah kulit buahnya menjadi minuman yang bisa dikonsumsi secara rutin. Minuman sari kulit buah manggis terkenal dengan nama sirup xanthone. Anda bisa membuatnya sendiri di rumah. Caranya sangat mudah, pertama-tama cuci bersih kulit buah manggis sebanyak 2 buah, kemudian rebus dengan 4 gelas air hingga mendidih hingga tinggal 2 gelas saja. Setelah itu, minumlah secara rutin 2-3 kali sehari. Selain itu, Anda juga bisa mengolah jus buah manggis seperti membuat jus pada umumnya. Jika kurang manis, Anda bisa menambahkan madu ke dalam jus. Selamat mencoba.

No comments:

Post a Comment